Masih saktikah Pancasila?
Kondisi bangsa ini memang sedang kritis. POLRI pun menyerang KPK semalam.yang notabenenya mereka adalah para penegak hukum yang seharusnya saling bekerja sama untuk menegakan keadilan. Entah apa yang melatarbelakangi tindakan brutal dan arogan POLRI semalam.. Apa maksud dibalik upaya penangkapan Kompol Novel Baswedan yang sekarang menjadi salah satu penyidik terbaik KPK saat ini? Apa POLRI sudah sedemikian paniknya jika sewaktu-waktu Kompol Novel Baswedan berhasil membuka semua tabir kegelapan yang selama ini menyelimuti POLRI? Atau balik lagi karena alasan keadilan POLRI menangkap Kompol Novel Baswedan yang terlibat kasus dibalik tewasnya tersangka pencuri sarang burung walet 2004 silam?Ah,, gemes banget!!
Padalah bangsa yang besar nan megah ini baru saja memperingati hari kesaktian Pancasila. 47 tahun yang lalu Pancasila begitu saktinya bahkan ratusan pemberontak sekalipun tak mampu untuk meruntuhkannya. Ya sesakti itu, mungkin lebih. Nyawa 7 orang jenderal tak berdosa pun tidak membuat pancasila tergoyahkan sedikit pun. Lalu masih sesakti itukan sekarang? Perseteruan POLRI-KPK, adalah salah satu bukti bahwa pancasila sudah tidak berharga lagi dimata para penganutnya. Bahkan mungkin jika kita tanya bapak-bapak anggota PT Senayan Hijau Sejahtera pun ada yang tidak hapal.
Tapi memang menyedihkan sekali. Di saat dahulu orang-orang begitu mengagungkan dan mengorbankan apa pun untuk keabadian pancasila, sekarang justru begitu banyak yang mengabaikannya. Sang Garuda pun hanya melengkapi gedung-gedung sekolah sebagai penghias belaka.
Mungkinkah ada pihak asing yang ingin menghancurkan bangsa ini dengan mengadu domba POLRI-KPK? Maukah POLRI bersikap legowo dan ikhlas untuk menyerahkan penyidikan kasus simulator SIM ini kepada KPK? Bukankah akan lebih baik dan alangkah bijaksananya jika POLRI ikut membantu KPK menyelasaikan kasus yang telah mencoreng nama baik korpsnya. Tindakan POLRI semalam sungguh sangat disayangkan. Hal ini justru membuat publik semakin tidak percaya dan menurunkan kredibelitasnya sendiri. #presidenkemana juga sempat menjadi trending topic di twitter semalam. Melihat situasi yang sudah sangat memanas ini tetapi presiden tak kunjung datang. Ayolah, begitu banyak yang menaruh harapan akan masa depan negeri ini. Indonesia tidak lama lagi akan bangkit. Apakah rela jika Indonesia kembali terpuruk dalam ketidakadilan seperti dulu lagi?
Selamat Hari Kesaktian Pancasila! Tetaplah sakti walau badai apapun menerjang, walau usia memakan.
Padalah bangsa yang besar nan megah ini baru saja memperingati hari kesaktian Pancasila. 47 tahun yang lalu Pancasila begitu saktinya bahkan ratusan pemberontak sekalipun tak mampu untuk meruntuhkannya. Ya sesakti itu, mungkin lebih. Nyawa 7 orang jenderal tak berdosa pun tidak membuat pancasila tergoyahkan sedikit pun. Lalu masih sesakti itukan sekarang? Perseteruan POLRI-KPK, adalah salah satu bukti bahwa pancasila sudah tidak berharga lagi dimata para penganutnya. Bahkan mungkin jika kita tanya bapak-bapak anggota PT Senayan Hijau Sejahtera pun ada yang tidak hapal.
Tapi memang menyedihkan sekali. Di saat dahulu orang-orang begitu mengagungkan dan mengorbankan apa pun untuk keabadian pancasila, sekarang justru begitu banyak yang mengabaikannya. Sang Garuda pun hanya melengkapi gedung-gedung sekolah sebagai penghias belaka.
Mungkinkah ada pihak asing yang ingin menghancurkan bangsa ini dengan mengadu domba POLRI-KPK? Maukah POLRI bersikap legowo dan ikhlas untuk menyerahkan penyidikan kasus simulator SIM ini kepada KPK? Bukankah akan lebih baik dan alangkah bijaksananya jika POLRI ikut membantu KPK menyelasaikan kasus yang telah mencoreng nama baik korpsnya. Tindakan POLRI semalam sungguh sangat disayangkan. Hal ini justru membuat publik semakin tidak percaya dan menurunkan kredibelitasnya sendiri. #presidenkemana juga sempat menjadi trending topic di twitter semalam. Melihat situasi yang sudah sangat memanas ini tetapi presiden tak kunjung datang. Ayolah, begitu banyak yang menaruh harapan akan masa depan negeri ini. Indonesia tidak lama lagi akan bangkit. Apakah rela jika Indonesia kembali terpuruk dalam ketidakadilan seperti dulu lagi?
Selamat Hari Kesaktian Pancasila! Tetaplah sakti walau badai apapun menerjang, walau usia memakan.


Komentar
Posting Komentar