Trilogi Buku, Pesta, dan Cinta

Minggu kemarin, gue ikut sebuah kegiatan yang unik banget. “Sinergi Mahasiswa dan Praktisi”, acara yang mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi yang sudah melanglang buana di suatu bidang untuk saling sharing pengalaman ke kita-kita yang masih mahasiswa.  Okelah gak perlu kita bahas itu kegiatan apa, coz yang mau gue certain disini itu bukan mengenai kegiatannya, tapi mengenai salah satu quote yang gue dapet dari kegiatan ini. Kata salah satu abang gue “…3 kata yang tepat untuk menggambarkan seorang mahasiswa adalah Buku.  Pesta,  dan Cinta ..”


            Buku. Sebagai seorang mahasiswa yang notabenenya adalah bagian dari komunitas masyarakat ilmiah, sudah barang tentu jika mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari buku. Sesorang yang haus akan ilmu pengetahuan dan wawasan, yang pergi jauh dari kampung halaman dengan tujuan utama untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya di ‘tanah orang’. Bahkan pernah ada dosen gue yang bilang “… tugas utama mahasiswa itu belajar, tinggalkan semua kegiatan yang menggangu atau bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan akademik. Kalian bayar kuliah mahal-mahal untuk belajar bukan untuk ikut unit, kegiatan himpunan dan ...” Betul!! Gue setuju banget sama kata-kata beliau. Tapikan kami juga tidak mau waktu 4 tahun kuliah (insyaallah, amin) hanya dihabiskan bersama buku tok. Kami juga seorang mahasiswa dengan gejolak kaula mudanya yang masih berapi-api. Oleh karena itu, maka  hadirlah  “pesta”.

            Pesta. Namanya juga muda-mudi ya pasti antusias banget kalo denger pesta. Tapi pesta yang dimaksud disini bisa multi tafsir. Kegiatan yang penuh dengan sound system yang bikin kuping mau pecah, itu pesta. Kegiatan yang penuh lampu warna-warni yang glamour, itu pesta. Kegiatan dimana alunan musik seirama dengan lonjak-lonjak para pemuda dilantai yang berpendar, itu pesta. Kegiatan yang memboroskan uang banyak, uang untuk makan 1 bulan yang habis hanya dalam waktu semalam, itu hedon, itu pesta. Tapi kegiatan dimana orang-orang yang memiliki tujuan yang serupa dan berkumpul dalam suatu organisasi, mengkaji, rapat, beraktivis, menyuarakan pendapat, berlomba dalam olahraga, berkarya dalam sains, seni, dan teknologi, itu juga termasuk pesta. Pesta dengan orang lain yang bermanfaat dan produktif. Tapi bagaimana jika seandainya buku yang ada hanya membuat study oriented dan pesta yang ada justru membawa pada hedonism? Untuk itulah ada cinta.


            Cinta. Ketika buku membuat hidup menjadi hambar. Dan ketika pesta hanya menjadikan dunia semakin hampa. Maka cinta akan mengubah segalanya. Dengan adanya cinta pada cita akan membuat buku yang terlihat tebal dan malas untuk dibaca akan menjadi sangat bersemangat untuk menghatamkannya. Dengan cinta juga dapat membatasi diri kita dari segala hal yang dapat membawa kepada hedonism dan kesesatan, yaitu cinta kepada Sang Pencipta. Dan dengan cinta maka semuanya akan penuh warna, semangat akan selalu ada, dan tidak ada hal yang percuma. Waktu itu adalah sebuah permainan dimana ia tidak dapat di playback, tapi masih dapat di reset untuk mulai lagi dari awal.
Buku, Pesta, dan Cinta adalah 3 simbolis mahasiswa yang tidak bisa saling dipisahkan. Jika salah satunya hilang, maka kehidupan seorang mahasiswa pun akan terasa hampa, isn’n it???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Rekrutmen PT. Paragon Technology and Innovation

Isolator : Piringan Bergerigi di Jaringan Listrik

Lebih Tahu tentang Transformator: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Kegunaan